Monday, December 12, 2011

Hafalan Shalat Delisa

assalamualaikum


  22 Disember 2011 ini jom kita tengok Filem diadaptasi dari karya novel hasil tulisan Tere Liye iaitu Hafalan Shalat Delisa 



daripada korang layan cerita ombak rindu tu kan walaupun dh box office 4juta tp dalam novel asal ombak rindu menerapkan nilai islami bila dh keluar jadi movie makanya jadi kontroversi nak buat macam mana adat orang buat filem nak salahkan sapa,makanya ramailah yang akan bercakap-cakap apapun dah box office sapa yang tengok tu pun air mata dah meleleh,sedih yang teramat sangat .....(artikel tidak berkaitan)

oleh yang demikian,apa kata kita tengok cerita ni pula,bagus untuk anak-anak kecil yang susah sangat nk pergi solat tmbah-tambh baru berusia 7 tahun kena pandai solat.sapa tak solat kena rotan sebab solat tu kan wajib..... apa pun mari saya copy-paste kan sinopsis novel hafalan shalat delisa ini 

DELISA CINTA UMMI KARENA ALLAH

Delisa yang lugu, polos, dan kritis suka bertanya. Delisa kecil baru berusia 6 tahun, anak bungsu dari ummi Salamah dan abi Usman. Delisa mendapat tugas untuk menghafal bacaan-bacaan sholat, untuk selanjutnya akan di setor ke ibu guru Nur pada hari minggu 26 Desember 2004. Delisa ingin sekali bacaan sholatnya sempurna, tidak lupa-lupa dan terbolak-balik seperti waktu sebelumnya. Delisa ingin hafal untuk kesempurnaan sholatnya, untuk sujud kepadaMu. Delisa ingin hafal, karena Ummi telah menyiapkan hadiah kalung emas 2 gram berliontin D untuk Delisa, karean Abi akan membelikan sepeda untuk hafalan sholatnya jikalau lulus. Delisa ingin ya Allah.

Sampai pagi itu saatnya Delisa menyetor bacaan sholatnya, ketika bumi terguncang, tanah merekah, gempa bumi 8,9 SR. Air laut teraduk, Tsunami menyusul menyapu daratan, menjadi tangan malaikat pencabut nyawa. Tapi Delisa ingin khusu’, terus melafadzkan hafalan sholatnya. Namun, air itu telah menghanyutkan semua yang ada, menghempaskan Delisa. Shalat Delisa belum sempurna. Delisa yang kehilangan Ummi dan kakak-kakaknya.

Delisa masih bernafas, didalam pingsannya delisa melihat Ummi, kak Fatimah, kak Zahra dan kak Aisyah yang pergi tidak mengajaknya serta. Enam hari Delisa tergolek antara sadar dan tidaknya. Ketika tubuhnya di ketemukan oleh prajurit Smith yang kemudian menjadi mu’alaf dan berganti nama jadi prajurit Salam. Bahkan pancaran cahaya Delisa telah mampu memberikan hidayah pada Smith untuk bermu’alaf.

Dalam perawatannya, Beberapa waktu lamanya Delisa tidak sadarkan diri, keadaannya tidak kunjung membaik juga tidak sebaliknya. sampai ketika seorang ibu yang di rawat sebelahnya melakukan sholat tahajud, pada bacaan sholat dimana hari itu hafalan shalat delisa terputus, kesadaran dan kesehatan Delisa terbangun. kaki delisa harus diamputasi. Delisa menerima tanpa mengeluh. luka jahitan dan lebam disekujur tubuhnya tidak membuatnya berputus asa. Bahkan kondisi ini telah membawa ke pertemuan dengan Abinya. Pertemuan yang mengharukan.
Delisa ingin menghafal bacaan sholatnya. susah, tampak lebih rumit dari sebelumnya. lupa dan benar-benar lupa, tidak bisa mengingatnya. Lupa juga akan kalung berliontin D untuk delisa, lupa akan sepeda yang di janjikan abi. Delisa hanya ingin menghafal bacaan sholatnya.

“orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa… Hatinya tidak ikhlas! Hatinya jauh dari ketulusan…”

Bukan karena Allah, tapi karena sebatang coklat, sebuah kalung berliontin D untuk Delisa, dan untuk sepeda.Dan malam itu Delisa bermimpi bertemu dengan umminya, yang menunjukkan kalung itu dan permintaan untuk menyelesaikan tugas menghafal bacaan sholatnya. Kekuatan itu telah membawa Delisa pada kemudahan menhafalnya. Delisan mampu melakukan Sholat Asharnya dengan sempurna untuk pertama kalinya, tanpa ada yang terlupa dan terbalik. hafalan sholat karena Allah. dan hadiah itu datang pada Delisa, Delisa menemukan kalung D untuk Delisa dalam genggaman jasad Umminya. Sesudah 3 bulan lebih.

***

Membacanya membuat aku sentimentil banget, terharu, cukup membuat perasaan ini teraduk-aduk. Mungkin inilah salah satu keajaiban tsunami diantara banyak keajaiban-keajaiban yang lain. Saya kurang tahu apakah tulisan ini adalah sebuah kisah nyata atau fiktif, tapi ini sangat mungkin terjadi kala itu.

Ada satu pertanyaan dari saya, apakah penulis buku ini pernah datang ke Lhoknga atau belum. karena dalam cerita buku ini digambarkan seolah-olah jarak Lhoknga ke Banda Aceh itu adalah jarak yang jauh, yang apabila sudah berpisah akan sulit untuk bertemu kembali. Padahal kan paling cuman 10Km atau paling lambat 15 menit perjalan dengan menggunakan kendaraan bermotor.


Baca buku ini, trus ditemeni lagu ini, anggep aja sountracknya :


Aneuk Yatim by Rafli Kande

Deungo lon kisah saboh riwayat
Kisah baro that… baro that di Acheh Raya
Lam karu Acheh… Acheh… timu ngon barat ngon barat
Di saboh teumpat… teumpat meunoe calitra:


Na sidroe aneuk… jimoe siat at
Lam jeuet jeuet saat… saat dua ngon poma
Ditanyong bak ma… bak ma… “ayah jinoe pat… jinoe pat?”
Dilon rindu that… rindu that keuneuk eu rupa


Meunyo mantong hudep meupat alamat
Ulon jak seutot… jak seutot oh watee raya
Meunyo ka meuninggai… meuninggai
Meupat keuh jeurat… oh jeurat
Ulon jak siat… jak siat lon baca do’a


Udep di poma oh tan le ayah
Lon jak tueng upah tueng upah lon bri bu gata
Ka naseb tanyoe geutanyoe keuheundak bak Allah… bak Allah
Adak pih sosah… sosah tetap lon saba


Seubut le poma… “aneuk meutuah
Keuheundak bak Allah… bak Allah geutanyoe saba
Bek putoh asa… hai asa cobaan Allah… ya Allah
Saba ngon tabah… ngon tabah dudoe bahgia…


Talakee do`a… taniet bak Allah
Ube musibah… musibah bek le troh teuka
Acheh beu aman… beu aman bek le ro darah… ro darah
Seuramoe Meukah… Meukah beu kong agama.


kalau diterjemahkan kira-kira begini :

Dengarlah ku kisahkan satu riwayat
Kisah terbaru… terbaru di Acheh Raya
Di dalam kerusuhan Acheh… Acheh timur dengan barat dengan barat
Disebuah tempat… tempat begini ceritanya:


Ada seorang anak yang terus menerus menangis
Dalam setiap saat… saat berdua dengan ibunya
Dia bertanya kepada ibu… kepada ibu “ayah dimana sekarang… dimana sekarang?
Saya sangat rindu sekali… rindu sekali ingin melihat wajahnya


Jika masih hidup dimana alamatnya
Saya mahu cari… mencari ketika saya besar
Jika sudah meniggal… meninggal
Dimana kubur… kuburan nya?
Saya ingin ziarah sebentar… pergi ziarah untuk membacakan do’a


Hidup sang ibu ketika tiada sang ayah
Saya mengambil upah mengambil ubah untuk menafkahkan kamu (anak)
Sudah nasib kita nasib kita begini kehendak dari Allah… dari Allah
Walaupun susah… susah saya tetap bersabar


Ibu berkata… “Anakku yg bertuah
Kehendak dari Allah… dari Allah kita bersabar
Jangan putus asa… hai asa atas cobaan Allah… ya Allah
Sabar dan tabah… dan tabah kita akan bahagia


Kita mohon do’a… kita niatkan pada Allah
Semua musibah… musibah jangan kembali lagi
Acheh akan aman… akan aman dan jangan ada lagi pertumpahan darah… 
pertumpahan darah
Serambi Mekah… Mekah semoga terus kuat agama

sumber : Pustaka Iman

Hurm .... tiba-tiba rindu kat umi ...
sedih pula baca sinopsis walaupun tak baca novelnya dgn penuh

apa pun 22 disember ini nantikan filem ini yer,telah di filemkan oleh Starvision . Bagus cerita ni walaupun kat Malaysia pun ada juga Filem berbentuk Islami tp nnti ada pula yang kontroversi ... itu saya tak boleh nilaikan lah sbb saya bukan aktivis filem nk kritik-kritik ni ...

Trailer : Hafalan Shalat Delisa

@artikelterpelihara



No comments:

Post a Comment

Komen Anda Mestilah Membangun Kalaupun Entri Post Saya Merapu